Sinema Indonesia

Kamulah Satu-Satunya (2007)

Posted by ferrysiregar on Saturday, 21 of July , 2007 at 6:25 pm

Suatu saat dua tahun lalu, Dodi dititipin rumah tantenya yang gede dan keren dan dia bermaksud memakai rumah itu untuk merayakan ulang tahunnya dengan mengundang teman-teman kami. Saat kami akan menelpon seorang teman untuk dimintai tolong untuk jadi bartender di acara itu, tiba-tiba Bik Jesika yang menguping sambil mengepel maju gaya Oshin menawarkan diri untuk jadi bartender. Awalnya kami tidak percaya karena membuat kopi saja Bik Jesika tidak pernah bener. Tapi ternyata Bik Jesika punya skill persuasi yang cihuy dan dia juga bilang kalau dia jadi seorang pembantu karena “by choice” dan sebelumnya dia pernah punya banyak profesi termasuk jadi sekretaris dan bartender, walaupun dia menolak bilang di mana. Akhirnya kami menyetujui usulnya. Sesuatu yang segera kami sesali.

Malam itu, Bik Jesika datang ke pesta Dodi dengan berpakaian seperti gambar perempuan di Susu Cap Nona, lengkap dengan rok mengembang dan shaker yang entah dia dapat dari mana. Beberapa saat kemudian dia mulai beraksi mengocok-ngocok shaker. Dari jauh kami hanya bisa memperhatikan Bik Jesika over-acting sebagai bartender. Tak lama kemudian setelah para tamu meminum Jesika Cocktail, para tamu merasa pusing luar biasa, bahkan ada yang menangis dan ada yang nyungsep ke dalam kolam renang. Termasuk kami yang penasaran mencicipi mixing-an Bik Jesika. Malam itu dalam keadaan terintosikasi, kami mulai menulis Sinema Indonesia.

Menonton film Hanung Bramantyo yang kesekian, Kamulah Satu-Satunya, mengingatkan kami pada Bik Jesika. Hanung tidak tahu cara bercerita yang baik, sehingga dia mencoba untuk tampil canggih dan gaya untuk menutupi kelemahannya. Ada helishot (gambar yang diambil dari atas helikopter. Kalau dari atas cumi namanya cumshot), ada “konsep” gambar yang berbeda waktu adegan di desa dan di kota, dan sebagainya. Semua yang dilakukan, kalau kata Bik Jesika, “nggak ngepek.”

Nirina berperan sebagai Indah, gadis desa yang tergila-gila dengan Dewa. (Nggak apa-apa lah. Namanya juga gadis desa). Dengan setia dia mengirimkan kartu pos undian yang pemenangnya akan dapat kesempatan ikut tur antar kota band Dewa. Seolah-olah undian ini begitu pentingnya sampai diumumkan di televisi segala. Saat pada akhirnya Indah berhasil ke Jakarta untuk datang ke acara Dewa, Indah mesti berhadapan dengan kesialan-kesialan ala Janji Joni, termasuk diangkut oleh FPI karena ke-gap lagi megang majalah berjudul “Kelinci” (dan mereka berpikir mereka pintar sekali).

Para pemain sebenarnya memberikan performance yang bisa diterima (kecuali penampilan Ringgo Agus Rahman dan Dennis Adhiswara) tapi somehow karakter-karakter mereka tidak terasa believable. Film ini gagal karena Hanung membuatnya dengan cara Bik Jesika: low taste dan over gaya. Kami baru membaca dari website tetangga, kalau Hanung sekarang sedang mempersiapkan remake dari Sundel Bolong. Mudah-mudahan Sundel Bolongnya tidak digambarkan sebagai korban perkosaan PKI seperti dia pernah mencoba mencampurkan horror remaja dan sejarah di Lentera Merah. Oh my God, posers should stay away from the classics!


Sutradara: Hanung Bramantyo. Penulis: Key Mangunsong, Raditya, Hanung Bramantyo. Pemain: Nirina Zubir, Junior Liem, Didi Petet, Fani Fadilla. Produksi: Oreima Productions.

Official Site
Jadwal Tayang 21

======

Maap, seperti yang diberitakan Sabtu siang, postingan review “Kamulah Satu-Satunya” berikut semua comment-nya terhapus dengan tidak sengaja. Untung salah satu pembaca sebelumnya meng-save postingan tersebut sehingga bisa di-upload lagi, (thanks, Kevin) kecuali comment-comment-nya.

FYI, semua comment melalui proses moderasi dulu baru muncul di Sinema Indonesia dan kami tidak pernah tidak meng-approve sebuah comment hanya karena isinya tidak setuju dengan review kami (kalau kami begitu, komen-komen yang tidak setuju lain nggak bakal pernah muncul, dong).

Beberapa pembaca mengeluhkan komen mereka yang tidak muncul sekalipun isinya selembut salju. Ini mungkin disebabkan pembaca tersebut mengunakan internet yang IP addressnya sudah pernah di-ban karena pengguna sebelumnya. Mohon pakai sambungan internet lain. :)

Category: Review, kancut dua

58 Comments

Comment by cahbagus

Made Saturday, 21 of July , 2007 at 6:41 pm

slamat ya…
reviewnya dah kembali
tp tetep aku ga setuju ma review yg kali ini

Comment by danz

Made Saturday, 21 of July , 2007 at 6:52 pm

gua nonton.kocak kok.cuma yang bikin gw agak kecewa,pas adegan nangis,Nirina gak kluar airmatanya.jadi kurang nendang.hehehe.

btw,slamat ya SI.udah balik lagi reviewnya.kayaknya beberapa menit lalu masih kehilangan review.hahaha.

Comment by erig

Made Saturday, 21 of July , 2007 at 7:24 pm

Whoa ! Kok bisa pada ilang commentnya ? Kayaknya tadi sudah ada 15an comment deh. Apa ada yang SARA ?

Comment by cahbagus

Made Saturday, 21 of July , 2007 at 8:26 pm

@ erig : bukan gitu rig, tp komen2 yg kemaren kbanyakan gada yg setuju ma reviewnya SI yg kali ini..

Comment by Jambul

Made Saturday, 21 of July , 2007 at 8:28 pm

Persoalan Hanung adalah, sebagaimana juga film2 Indonesia, skenario yang lemah. Kasi deh Hanung skenario yang bagus.

Comment by don

Made Saturday, 21 of July , 2007 at 8:53 pm

gile postingan gw koq didelete sih, perasaan kg nyinggung siapa2 deh gw…wohhhhh payah kg boleh dikritik.

Comment by moviefreak

Made Saturday, 21 of July , 2007 at 11:52 pm

hmmm, gimana yah… mmm, cukup menghibur sih, tapi kalo dipikir2 lagi, ceritanya apa yah? terlalu ringan, baru keluar beberapa menit aja dari bioskop udah lupa film tadi nyeritain apa. Gak nendang deh…

Comment by ferrysiregar

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 12:24 am

Maap, seperti yang diberitakan Sabtu siang, postingan review “Kamulah Satu-Satunya” berikut semua comment-nya terhapus dengan tidak sengaja. Untung salah satu pembaca sebelumnya meng-save postingan tersebut sehingga bisa di-upload lagi, (thanks, Kevin) kecuali comment-comment-nya.

FYI, semua comment melalui proses moderasi dulu baru muncul di Sinema Indonesia dan kami tidak pernah tidak meng-approve sebuah comment hanya karena isinya tidak setuju dengan review kami (kalau kami begitu, komen-komen yang tidak setuju lain nggak bakal pernah muncul, dong).

Beberapa pembaca mengeluhkan komen mereka yang tidak muncul sekalipun isinya selembut salju. Ini mungkin disebabkan pembaca tersebut mengunakan internet yang IP addressnya sudah pernah di-ban karena pengguna sebelumnya. Mohon pakai sambungan internet lain. :)

Comment by Candra Aditya

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 1:20 am

Maap saya belum nonton (gw malah nonton HP5 sampe 3x dan Transformers 2x), malahan tertarik ngeliat Selamanya. Minimal, kalopun ceritanya jelek, sinematografinya kerennnn.

Comment by yhanuar

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 4:04 am

Kayaknya SI sentimen banget ya ama Hanung. Film2nya ga ada yang dikomentarin bagus. pasti isinya cercaan smua. Paling bagus cuma dikasih bintang satu (CAS), sisanya dapet kancut kayak film ini.
Gw banyak stuju ama review SI, tapi tidak untuk yang satu ini :p

Comment by Candra Aditya

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 5:51 am

Hehehehe… jelek2 aja…

Comment by nji

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 10:03 am

eh maksudnya apa sih tulisan yg bilang “dan mereka berpikir mereka pintar sekali”?? ada yg dah nonton n ngerti maksud kalimat itu di review SI diatas gak??

Comment by HARJO HARTONO

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 12:10 pm

AH BETE BGT SIH KOMEN2 NYA BS NGGAK SENGAJA HILANG…. KRN MENURUT GW YG MENARIK JUSTRU KOMEN2NYA. KT JD TAU PRO DAN KONTRANYA LANGSUNG DR SIAPA AJA… PAYAH LO SI sepertinya kurang PROF dan FOKUS…

Comment by tando-wi yahya

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 1:55 pm

ah ga jg kok…mnurut gw stuju2 aja…soalnya akting jg ga ada yg bgs dstu…cmn nirina doang yg bgs…

buat yhanuar
yg plg bgs yg prnah dkasi buat hanung bintang 2…film 6:30…

Comment by Karina Nurunnisa

Made Sunday, 22 of July , 2007 at 2:58 pm

@ tando-wi yahya

emangnya 6:30 bikinan hanung?
bukan kali.. itu pan bikinannya anak indo yang kul di amrik bukannya..
cmiiw.

masa si hanung bisa bikin pilm sebagus itu?

maap oot.

Comment by indira

Made Monday, 23 of July , 2007 at 7:22 am

Cumshot… najis lo pada :D

Apus aja lah comment2nya, makin gak pentiiiing. Yg bikin film sama yg nonton sama aja.

Comment by oni mehrani

Made Monday, 23 of July , 2007 at 10:38 am

nirina ngejar2 dewa?oh my God?brand new groupies nih?nggak seru n nggak mengharukan!coba kalo nirina ngejar2 kangen band pasti penonton heboh,terkejut,panik dan terharu….kok bisa,ya si kangen disebut band?
gue kasih alternatif ending aja digabungin dengan cumi:nirina ngejar2 dewa tapi ketemu dengan ning baizura dan dijadiin diva(wah,nirina nggak bisa nyani tapi nggak pa-pa.BBB aja banyak yang suka,kok) terus menggantikan ning kawin dengan jeremy thomas.kenapa jadinya malah mirip cerita I Love You Om?So phedophilia..

ntar ah nontonnya di tv aja pas mlem taon baruan.film2 nirina kan spesialis taon baruan kayak heart n mirror.kalo nggak nunggu pinjeman vcd dari temen.nyewa aja gua nggak sudi

Comment by orangefloats

Made Monday, 23 of July , 2007 at 12:12 pm

@oni mehrani : gue setuju banged sama commnent nyaaa.. hauhauhahua..

aduh, kok pada betah ya nonton filmnya nirina? gue klo liat dia ngomong di inpotenmen aja ga betah denger suara cempreng dan gaya sok imutnya.. apalagi musti berjam2 liat dia di layar yang segitu gedhe-nya…
mana tahaaaannn….

Comment by Adjie Depp

Made Monday, 23 of July , 2007 at 1:19 pm

Kenapa ya…semua orang Indonesia bisanya cuma KOMEN aja ( kaya gua …hik..hik ). Paling tidak hargai dong…itu khan karya anak bangsa juga. Tapi…yang di hargai juga kok ya ga bisa ngerti PENONTON sie…. kok masih itu itu aja yang di bikin. kalau kita nonton ke bioskop itu khan harusnya ada yang beda sama yang kita tonton di TV…tul ga. Udah bayar…tapi ga bikin kita inget…itu yang PAYAH.

Kalau untuk film Hanung yang ini….gw rasa cukup bagus dari film2 yang sebelumnya. Cuma ada bagian yang menurut gw ga penting, dan halangan yg di terima oleh Indah (nirina) kurang ekstrim…jadinya GA SERU GITU LHOOOO….

Oia..ngomong2 Preman yang di Film itu kok, kaya bukan Preman Jakarta ya..???? Lebih miripnya apa yaaa…oooooo iya, pemain ketoprak humor kali yeee.hehehhee…. Trus…ada satpam yang bener2 ga tegas.
SATPAMNYA KAYA HOMO…… Masih gaul si Indah yang dari desa…
So, far film ini masih ada nilainya lahhh…..

Comment by Apa-apaan Nih

Made Monday, 23 of July , 2007 at 1:25 pm

Kalo kata gw film Hanung kali ini seru kok…

Comment by uninstall

Made Monday, 23 of July , 2007 at 2:43 pm

@steven hyde
omongan lu ga penting man!
kacrut lu!

Comment by mumu

Made Monday, 23 of July , 2007 at 4:05 pm

utk steven hyde..apaan sih sampah masyarakat. duh. ayo dong, SI..komen2 gak mutu kayak gini gak usah di-app lah…gak penting juga buat diskusi tentang filmnya sendiri. thx

Comment by Adjie Depp

Made Monday, 23 of July , 2007 at 4:23 pm

Tapi kapan yaaa…yang namanya STEVEN HYDE itu bikin FILM..????
Huahahahahahhahahhahahahahahhaha

Biar JADI PENTING !!!!

Comment by Aveline Agrippina

Made Monday, 23 of July , 2007 at 4:25 pm

Kayaknya SI dah terlalu sinis banget ama yang namanya HANUNG BRAMANTYO deh!
Walaupun filmnya bakal menang di Oscar (entah berapa tahun lagi), tetap aja dikasih kancut melulu, belajar untuk tidak terlalu sinis ama orang.
Kalo anda bisa, mengapa enggak buat skenario ato bikin film yang bisa ngalain Steven Spilberg ato yang laen????

Comment by Afterglow

Made Monday, 23 of July , 2007 at 5:22 pm

nji…maksudnya yaa being sarcastic aja, di film ini seolah2 majalah ” Kelinci ” such a bright n witty idea tp tnyata engga bgt hahaha….
gt loh ;)
I love this review btw.. Inspite the film itself, review SI yg ini masuk my TPO Three!!! hAHAHhahahahHAHhaha ;)

Comment by Afterglow

Made Monday, 23 of July , 2007 at 5:44 pm

nji…maksudnya yaa being sarcastic aja, di film ini seolah2 majalah ” Kelinci ” such a bright n witty idea tp tnyata engga bgt hahaha….
gt loh ;)
I love this review btw.. Inspite the film itself, review SI yg ini masuk my Top Three!!! hAHAHhahahahHAHhaha ;)

Comment by Omfeb

Made Monday, 23 of July , 2007 at 6:54 pm

HANUNG COCOK DI KOMEDI

Comment by Omfeb

Made Monday, 23 of July , 2007 at 6:59 pm

HANUNG COCOK DI KOMEDI

SORI…DORI…NEEEHHH BUAT si, COZ KALi ni gw gak setuju ma loe. okelah akting ringgo ma dennis, terlalu gimanaaaa gitu. tapi, film ini memberikan sebuah kesegaran lain setelah manusia-manusia bioskop kegerahan karena banyaknya setan yang di perjual belikan oleh pedagang-pedagang katrok, entah itu yg dari india atao lokal. setidaknya diluar semua teknis yang masih kurang, cerita ini bisa menghibur penonton untuk kedua kalinya setelah MAAF SAYA MENGHAMILI ISTRI ANDA.
karena detik ini penonton kita butuh hiburan, apalagi sebentar lagi mereka akan lembali lagi di gentayangin oleh JELANGKUNG 3, aaaahh….entahlah, samapai kapan setan keparat akan menyingkir dari gedung bioskop, setidaknya tidak menyingkir semuanya, karena film butuh keberagaman genre, tapi sedikit-sedikitlah.

SAYA PEDULI FILM INDONESIA.
GOOD LUCK

Comment by nji

Made Monday, 23 of July , 2007 at 7:41 pm

thanks ya buat afterglow ooo gitu toh untung gak nonton deh soalnya dari lapangan juga baru seminggu ni pelm dah out
omong2 film2 Ina laen di review juga dunk.. kok agak lama ya keluar reviewnya?? apa lama karna buat mikir cerita fiktif tentang bik jessica n kawan2nya :d

Comment by Jambul

Made Monday, 23 of July , 2007 at 11:23 pm

ada film Hanung yang skenarionya digarap penulis Nagabonar Jadi 2, Get Married, entah kapan tayang. saya sih yakin persoalan Hanung adalah di skenario. saat ini kita tak punya sutradara yg sekaligus penulis skenario yang handal, seperti dulu ada Teguh Karya, Syumandjaya, Arifin C Noer dsb.

Comment by mk

Made Monday, 23 of July , 2007 at 11:32 pm

Anda-anda yang tinggal di kota besar enak bisa nonton bioskop. Lha saya yang tinggal di kota kecil gak pernah bisa nonton bioskop, sebab gak ada gedung bioskop sih..

Buat SI trims reviewnya, cuma kadang norak saja reviewnya..

Comment by Afterglow

Made Tuesday, 24 of July , 2007 at 5:03 pm

Tandowi Yahya….
6.30 sangat teramat bukan film Hanung, itu filmnya Rinaldy Puspoyo.
Btw i do agree with Jambul, if only Hanung gets better scripts,
maybe life will be much easier n the sun will shine much brighter.

Comment by Iyuth

Made Wednesday, 25 of July , 2007 at 12:10 pm

gw dah nonton filmnya hnaung..dan setau gw film hanung selalu beda ma yang lain..dan yang ini juga..okelah akting satpam ga banget..tp kan esuai konsep yang komedi..mereka emang ga dibikin seperti satpam beneran karna namanya juga komedi..film ini lkalo yg gw tangkep emang punya psannya bahwa hidup di kota besar itu ga seindah yg dibayangkan org desa seperti indah bayangkan..dan proses untuk dia ketemu dewa juga masih masuk logika kok..kenapa majalah kelinci? itulah yg sedang terjadi di jakarta..karna kelinci ga bayar ke FPI makanya selalu kena razia..ditambah lagi dengan humornya yg cerdas beda dri yg lain..terutama endingnya yg ga ketebak..

hanung cuma ingin menggambarkan apa yg sebenarnya terjadi di jakarta..dan menurut gw itu bagus..lebih bagus daripada kala yg ceritanya antah-barantah..khayalan banget..emang kala bagus gambar-gambarnya..tp seritanya ga banget..apalagi mesti ada adegan homonya..ga penting dan itu sebenarnya pantas untuk di editkarna ga ada hubungan ma skenario..

kamulah-satu-satunya betterlah..cuma emang posternya ga ngejual banget..gw aja sempet mikir2 nonton ga ya..tp nirina dan didi petet lumayan ngejuallah..terutama nama hanung yg dah pasti selalu film bikin film bagus (kecuali lentera merah dan brownies)hehe..

oia buat SI..knapa si selalu sentimen ma hanung?

Comment by erig

Made Wednesday, 25 of July , 2007 at 6:22 pm

OOT, tapi Hanung kalau mau remake Sundel Bolong, nggak ada salahnya baca ini http://www.chud.com/index.php?type=interviews&id=11175
interview Rob Zombie kenapa dia mau meremake Halloween.

BTW, film ini nggak jelek amat, ada momen lucunya. Tapi yang buat annoying ya style ’sok asyik’nya itu.

Comment by yudythbastian

Made Thursday, 26 of July , 2007 at 8:52 pm

@ iyuth:
dan kenapa lo sentimen sama KALA? HAH?
darimana lo tau adegan HOMOnya ga penting? itu salah satu yang penting malah! Dan lo tau darimana kalo adegan itu ga ada hubungannya sama skenarionya? lo mau bilang kalo yang bikin skenarionya itu lo, alih-alih Joko?

Comment by unshielder

Made Friday, 27 of July , 2007 at 5:45 am

Pliss doongg ferr… gw suka gaya ngerepiu elo.. tapi jangan tendensius doong.. agak-agak obyektif atau minimal fair-lah ama repiu an film yg lain.. repiu elo biasanya biar ancur tapi tetap obyektip dan argumentatif serta rasional.. Tapi yang ini ?

Walau harus diakui bahwa film ini msh jauuuhh banget dari sempurna (atau bagus) tapi juga gak pas aja kalo dikasi skor segitu..

Dalam waktu penayangan yang hampir berbarengan dengan Selamanya (yang NB lo kasih 3 Bintang???) bagi gw gak beda2 jauh deh kualitasnya.. (Bukankah kita juga harus mengenali dan memahami serta mentaati juga selera / tingkatan sasaran penontonnya? yang notabene mayoritas juga penonton lokal? yang kita yaahhh.. sama-sam taulah..)

Sory, Gw gak setuju fer.. gak masuk di kepala gw.. (sebagaimana repiu lo di Selamanya itu juga) (bolehh doong..:D )

Buat ini : 1 Bintang-lah..

Comment by RaToee!!!

Made Friday, 27 of July , 2007 at 1:07 pm

kenapa musti dewa.. gue setuju tuh sama yang kasih komen kenapa juga bukan kangen band n kenapa kangen musti dibikin band :)

menurut gue acting nirina annoying agak agak sok asik, standard lah. acting cowok pendampingnya ( sapa seh tuh, kayanya gue sering liat dia di tipi di cuplikan sinetron ga jelas) malah gw lebh suka … bloon berat tampangnya…

overall gue bilang ini film totally gak penting

Comment by 80FANTASY

Made Saturday, 28 of July , 2007 at 10:14 am

Ah, ketawa koq nonton film ini. Menghibur. Yang paling “steal the show” bagi saya adalah si penyiar acara pengumpulan dana di jalan(maksudnya yang pegang halo-halo di depan masjid). Hehe…akting ato kagak si ente? ane liat poster, ente ternyata editor ni film.

Comment by Candra Aditya

Made Sunday, 29 of July , 2007 at 7:00 am

Yuhuuu… filmnya Hanung yang bagus, praktis cuman satu yaitu Catatan Akhir Sekolah.
Brownies yah 6 deh…
Catatan Akhir Sekolah, lumayan bertaji dapet 8
Jomblo, sebenernya Hanung sudah pas memasukkan panel2 novelnya ke dalam layar, tapi entah kenapa semua yang pernah baca bukunya kurang sreg sama final result-nya. dapet 5.5
Lentere Merah, Oh, God, kenapa ada yang mau bikin film kayak beginian (kata penulis skenarionya dia merinding pas ngetik naskahnya, gw ga tau itu hanya promosi atau emang kenyataan, tapi yang jelas kalo dia BENERAN MERINDING pas ngetik naskahnya berarti dia udah dapet feeling kalo film sejelek itu bisa masuk FFI). DAPET 2.
TERAKHIR, KAMULAH satu2nya, gw belum nonton, banyak yang bilang nirina totalitas, sayangnya gw udah antipati sama nirina semenjak main dalam film drama-cemen-yang-memperkenalkan-ke-hadapan-publik-bahwa-adam-dan-hawa-itu-eksis-yaitu-acha-dan-irwansyah.
kabarnya hanung mau bikin ayat2 cinta… waduuuhhh… patut banget ditungguin…

Comment by don

Made Sunday, 29 of July , 2007 at 8:12 pm

hanung-hanung nasib loe memang jelek di sini

Comment by RaToee!!!

Made Saturday, 4 of August , 2007 at 1:38 pm

@candra aditya
sorry,lo bilang brownies bagus ?
sumpah itu film yang gue paling gak tau mau dibawa kemana ujungnya … pas gue kelar nonton aja gue bingung sendiri barusan apaan yah tuh film …

well namanya juga selera sih … tapi kalo menurut gue dari skala 1-10
brownies … -1

mendingan kamulah satu satunya …

Comment by beny_jenggo

Made Tuesday, 7 of August , 2007 at 11:10 am

dani dewa ga terlibat??

kirain film ini salah satu proyeknya dia juga setelah dewi-dewi…

Comment by Fadli

Made Friday, 10 of August , 2007 at 10:47 pm

kalo mau ngerasain enaknya pizza jangan beli pisang goreng dong!!!
kalo mau rasain enaknya film hollywood, ya jangan nonton film ina dong !!! ato skalian aja belajar bikin pizza !!!
kalo saya sich, realistis aja menilai film kita. Lah wong modal produksi satu film ina kalo di hollywood tuh cuman buat ngegaji kameramen koq. wajar aja lah !!! Tapi salut deh baut Mas Hanung !!!
paling tidak, masih bisa eksis dengan warnanya di tengah tekanan industri film kita yang KEJAM !!!

Comment by Ryo

Made Saturday, 11 of August , 2007 at 11:45 am

Selera orang berbeda2, cara pandang orang dalam melihat sebuah film juga beda2. jadi wajar kalo ada yang kritik ato komentar berdasarkan seleranya dia sehingga otomatis yang muncul pastilah beda2 kritikannya. Yang jadi masalah adalah yang tidak tau tentang film (hanya tau sebatas tontonan dan hiburan) tetapi mencoba mengkritik secara teknis dan serampangan. Kasihan bagi orang2 lain yang membaca dan akhirnya melihat seakan hal itu benar. Cobalah kita mengkritik secara lebih cerdas dan bukan sekedar ngomong tapi ada acuan yang jelas. Coba liat kritikan2 nya mas eric sasono, itu kritikan2 yang baik. buat team sinema-indonesia ayo lebih dewasa dan kreatif dong jangan terjebak dengan model kritikan2 asal jeplak itu. semoga insan film di tanah air ini bisa lebih kreatif dan berkembang.

soal hanung, kalo yang kenal akan tahu bahwa dia belum maksimal mengeluarkan kreativitasnya karena banyak faktor. btw nantikan Get merried, Legenda sundel bolong dan Ayat-Ayat Cinta. dan bandingkan dengan film2 indonesia yang lain.

Comment by european critic

Made Monday, 13 of August , 2007 at 4:42 am

the main problem of the indonesian cinema is that all of you are used to watch movies of extremely low quiality. during my time in jakarta i made a painful research for the film school that i represent, about the main trends of the cinema in indonesia.

the research was painful as i’ve never ever in my life had to watch so many bad films…

i’m really surprised to read the review of ferrysiregar. i’m really sorry to say this, but your text is very unprofessional. i’m also a film critic with 20 years of experience and you will find my reviews in the most regarded french and british cinema magazines… thus, i’m allowed to say that you seem to be unqualified for the job. i don’t know what are your personal relations with mr bramantyo, but the review seems to show that it’s only a personal attack with no information that we could consider interesting in terms of a film review. and i’ve also noticed a basic lack of knowledge on film matters. please try to educate yourself before deciding to review others. i’d suggest for the begining “theory of film: the redemption of physical reality” by siegfried kracauer. it’s basics, but i’m sure it will help you in future.

…and as for “kamulah satu2nya”… i’ve seen this film twice. and i liked it. there are only a few indonesian films that i would consider good in terms of international cinema. “and kamulah satu-satunya” is one of them. it’s intelligent and professional. and it could be a good film to be shown abroad.

if there are any of you haven’t yet watched “kamulah satu-satunya” i would recommend it. it is a film that the indonesians could be proud of, and it is a film that certainly would be appreaciated in europe.

with best greetings to all users of sinema indonesia

=======

Dari Sinema Indonesia:

Sebagai “kritikus professional” dari Eropah ni “bule” nggak bisa ngetik. Masak nggak ada huruf besar. Oalah, Maaaass… :D

Comment by european critic

Made Tuesday, 14 of August , 2007 at 2:47 am

tapi si “bule” bisa berbahasa indonesia… i’m sorry for not using “huruf besar”, yet it’s an internet forum, thus, the language practice is different. “huruf besar” saya pakai kalo dibayar ;)

Comment by kritikus professional

Made Tuesday, 14 of August , 2007 at 2:51 am

hmm, that’s funny, saya tidak bisa post lagi sebagai “european critic”, do you feel endangered that somebody can criticize you?

tapi si “bule” bisa berbahasa indonesia, saya pakai “huruf besar” kalo dibayar ;) that’s what it means to be “professional”… yet when it comes to internet forum, we have different demands according to the language. so it’s perfectly fine to use the small letters.

=======

Duh… ampun deh ni orang. Serasa di-ban, lagi. Nggak penting, Mas. Huahahahahaha…

SI

Comment by european critic

Made Tuesday, 14 of August , 2007 at 2:52 am

ooops, i’m sorry having put the message twice.

Comment by potato-King

Made Tuesday, 14 of August , 2007 at 10:36 pm

dikritik kok ya gak mau,gimana sih ,para abang-abang SI?
Terima aja deh.Makanya kalo ngereview ya panjangan dikit lah,jangan kayak review film ini,The Photograph(yang pendek banget)
Kritik kan fungsinya membangun…Remember that

Tolong didengarkan sarannya

Comment by erfan

Made Wednesday, 15 of August , 2007 at 1:32 pm

untung aku gak jadi nonton filmnya…

Comment by erfan

Made Wednesday, 15 of August , 2007 at 1:32 pm

untung aku gak jadi nonton

Comment by Artiandi AKbar

Made Thursday, 23 of August , 2007 at 12:43 am

kenapa harus DEWA sih ah….lemah

Comment by RIO S

Made Thursday, 23 of August , 2007 at 11:16 pm

film ini bagus ga nya yg nilai masyarakat umum,tapi penontonnya cukup oke saya lihat,tapi mengapa yg nontonnya yg ga byr yg ngasih komen?hueheheh

Comment by lady

Made Friday, 24 of August , 2007 at 8:12 am

kayaknya enggak usah pake di komen in balik gitu deh si “bule” nya..
it’s not professional, y’know.
but after all, such good review ..
sangat dekat dengan kenyataan yang gw saksikan di bioskop T__T

Comment by anca

Made Tuesday, 11 of September , 2007 at 12:18 pm

terus terng ni film indonesia yg paling sy tunggu,selain nagabonar 2 cz sy penggemar film dalam negri, sampai sekarng sy blm nonton filmx cz di palu blm diputar tp sy tunngu banget…n buat hanung ni film keren kok meski sy cuman nonton trailerx,sy tunngu loh n sy penyuka karya hanung,da sesuatu yg beda disetiap karax…moga sukses….

Comment by Naraku

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 12:53 pm

Halo Mr. European Critic…. I like your professioanl stuff like u said “i’m also a film critic with 20 years of experience and you will find my reviews in the most regarded french and british cinema magazines…”

Can we see your article please….???

The main idea why we gather here is because we believe SI and we like the review about the film, not the reviewer…

Tenang bos, ya wajar kok kalo marah gara2 dibilang gak qualified…

Oh ya… Mana contoh reviewnya Mr European Critic ???

PS : BTW tiap film Hanung dikritik SI, banyak comment2 aneh yang mencela SI ya?? apa Hanung bawa pasukan???

Comment by laras

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 2:00 pm

aku suka ma film nay
secara jarang banget orang yang mau ngangkat cerita begituan, harusnya kita kan seneng ma kemajuan. kan sekarang lagi greget film love2an n horor2an nah justru disinilah, berarti hanung g ngikutin selera pasar yang maunya loveeeeee melulu, hororrrrr melulu. yang pasti dy mentingin isi cerita.yang ringan tapi ya g biasa. ya kita liat aja deh get married yang mulai 3 oktober, nonton ya

Comment by NUGROHO

Made Wednesday, 19 of September , 2007 at 8:32 pm

is hanung that good..
Sejak CAS ,semua film-filmnya sucks semua…

plus Brownies yang harusnya gak masuk FFI untuk kategori apapun itu…

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com