Ekskul (2006)
Posted by ferrysiregar on Monday, 2 of April , 2007 at 12:02 am
Sebelumnya kami minta maaf karena terlambat me-review Ekskul. Masalahnya, iklan film ini di berbagai media dari TV sampai friendster bilang:
“25 juta Pelajar telah menunggu film ini untuk diedarkan”.
Kami takut harus mengantri lama (saya lagi asam urat, Dodi masih nggak bisa ngelurusin kaki setelah pertama kali fitness, dan Nanda lagi di Cannes!), makanya kami menunggu sampai kemaren. Ternyata kami nggak harus ngantri, tapi sempet nggak jadi nonton di pertunjukan sore karena ada cewek SMA yang tiba-tiba bilang, “Sinema Indonesia, ya?” (kami menyesal menaruh foto kami di website). Dodi buru-buru ngajak cabut sementara saya sudah mau ngajak nonton bareng (ceweknya cakep banget).
Anyway, kembali ke Ekskul. Sebelum kami nonton, kami mendengar banyak berita bagus tentang film ini. Kami senang mendengarnya. Berbeda dengan kepercayaan orang banyak, kami selalu berharap film Indonesia yang kami tonton itu bakal bagus. Kami selalu mulai dari nilai 5 bintang. Lalu kami kurangi sedikit demi sedikit setiap kali Dodi bilang “Bete.” Atau tiap kali dia ngajak pulang.
Koya Pagayo kali ini kelihatannya puas dengan hasil karyanya karena PD untuk memakai nama aslinya, Nayato Fio Nuola (terakhir kali dia menggunakan nama aslinya adalah di film pertamanya, The Soul). Skrip disuplai oleh Eka D. Sitorus yang selama ini dikenal sebagai pelatih akting di banyak film Indonesia. Ekskul bercerita tentang seorang pelajar SMA bernama Joshua (Ramon Y. Tungka) yang selalu jadi sasaran cemoohan (bahasa susahnya ‘object of ridicule‘) anak-anak lain di sekolahnya. Sementara itu di rumah, dia selalu ditinju dan ditendangi bapaknya. Suatu hari, Joshua Snaps dan menyandera anak-anak yang selalu mengerjainya di ruangan BP dengan menggunakan sebuah pistol.
Seperti yang kami bilang di “Coming Soon”, kami berharap film ini bisa jadi sebuah film “guilty pleasure“. Sayangnya, film ini terlalu serius menanggapi dirinya sendiri. Jadinya, menonton Ekskul serasa makan malam dengan Angelina Sondakh dan mendengarkannya berbicara tentang kebanggaannya menjadi anggota DPR dan duta orang utan. Anda ingin pergi dari situ, tapi nggak enak sama orang utannya.
Film dibuka dengan menjanjikan dengan Ramon yang mengunyah scene dengan gape. Kami sangat terkesan dengan penampilan Ramon di sini, jauh dibandingkan waktu dia masih di MTV. Dan sebenarnya, kami rasa Eka Sitorus pada umumnya berhasil melatih akting para pemain Ekskul. Ironisnya, akting para pemain yang sudah baik sering disabotase oleh skenario yang dibikin oleh Eka sendiri. Di sampingnya strukturnya yang nggak berhasil, tak lama setelah film mulai, beberapa karakter yang jahatnya seperti Leli Sagita mulai bermunculan, termasuk karakter kepala sekolah yang lebih mirip tokoh antagonis dari Tersanjung 6, lengkap dengan penggosok kukunya.
Film Ekskul juga punya kesamaan dengan anti-masterpiece Hanny Saputra, Heart. Kalau film Heart berusaha menarik simpati penonton dengan membuat tokohnya sakit-parah-sebentar-lagi-mati, Ekskul juga mengambil jalan pintas untuk membuat kita kasihan sama tokoh Joshua. Joshua digantung di gerbang sekolah, kepalanya dimasukkan ke toilet, ditunjuk-tunjuk sambil diketawain dalam slow motion, dan perlakuan-perlakuan yang terlalu outrageous lainnya. Mungkin aja terjadi sih, tapi demikian juga halnya dengan Mayang Sari dan Halimah pergi arisan bareng naik bajaj sambil haha hihi. Mungkin aja terjadi, tapi bakalan aneh dan bakal mengecewakan banyak orang karena kebanyakan kita pengen showdown terus berlanjut.
Dengan berat hati, karena demerit di atas, mari kita kurangi film ini setengah bintang menjadi 41/2.
Terus, hanya beberapa menit setelah opening yang menjanjikan, Nayato nggak bisa nahan buat nggak memakai gaya editingnya yang overblown dan annoying. Sering kali kita nggak bisa melihat ekspresi pemainnya karena gambarnya maju mundur, tiba-tiba slow motion, fast motion, dikasih-kasih flash, dsb. Mungkin maunya kayak Natural Born Killers, atau Buser. Untuk ini, terpaksa kami kurangi setengah bintang lagi menjadi 4 bintang.
Yang paling bikin kami menganga, kok hari gini masih berani-beraninya bikin film dengan soundtrack curian? Saya kira filmmaker yang paling beruntung di Indonesia adalah para filmmaker dari Indika Entertainment. Sementara filmmaker lain (bahkan yang dari MultiVision) sibuk bikin music score, mereka tinggal ngopi dari CD atau MP3, dari mulai Hans Zimmer sampai Danny Elfman. (Kami yakin para kritikus di KOMPAS tidak tahu soal ini dan sekarang pasti lagi bengong dan malu tahu ini dari kami. Hi hi hi hi…). Karenanya, harus kita kurangi satu bintang menjadi 3 bintang.
Sebenarnya, kami selalu memaafkan hal-hal kecil di film Indonesia. Makanya kami tidak mengurangi bintang lagi sekalipun banyak yang janggal, seperti kenyataannya bahwa seluruh kru yang terlibat pembuatan Ekskul tidak bisa menghitung (1 +1 =1), dan the fact that seseorang yang punya poster-poster film Michelangelo Antonioni, Gus Van Sant, dan Jean-Luc Godard bisa jadi seorang loser. Gimana Dodi yang cuman punya poster-poster film Tinto Brass.
Tiga bintang. Wow. Lupakan Hanung Bramantyo. Koya Pagayo’s coming to FFI.
Sayangnya di akhir film ada sesuatu yang bener-bener bikin Dodi lari keluar sambil teriak, “TIDAAAAAAAK…!!!”. Sebuah tulisan berisi pesan dari filmmakernya yang harus anda baca sendiri, yang membuat film ini jadi super-pretensius, sebuah sifat yang berasosiasi kental dengan Bang Oma, dan beberapa penceramah agama/TV personality/bintang iklan. Maaf, kami terpaksa mengurangi 5 bintang dari film ini. Makanya nilai akhirnya menjadi 2 kancut. Wahai filmmaker film Ekskul, maafkanlah kami.

Berwarna, 90 menit
Pemain: Ramon Y. Tungka, Metha Yunatria, Sheila Marcia, Indra Brasco, Teguh Leo.
Sutradara: Nayato Fio Nuola
Penulis: Eka Dimitri Sitorus
Art: Koesnadi WS
Editor: Aziz Natandra
Musik: Curian
Produser: Shanker RS. Bsc.
Produksi: Indika Entertainment
Category: Review
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
Comment by Afterglow
Made Thursday, 26 of April , 2007 at 5:12 pm
Pasti Ekskul merasa tambah overwhealmed setelah V-tech gunshoots 32 ppl deh…..
Tetep aja Bowling for Columbine and Elephant ngga bisa even disejajarkan sama our beloved Ekskul
Comment by GuRl'z_Over'Z ittt!!!
Made Thursday, 14 of June , 2007 at 8:37 pm
Yang pasti,
Ekskul tuh teMa nye kuAt bangE dd…. Dan AktIng rAMON dI sini bagus BUangettt!!!! RamoN i lOvE u…cuuuteee Banged….
jaDI cc KirA film inI Pantez Ko MenANGIN PIala cITRA(CC KIRA PIALA citra baKalann jatoEh ke “RUANG”)
kALO sOUNDtRack,emang Curian…
Tap iCeritanya O-r-i-s-i-n-i- koQ.Elephant Itu KARAKTer UtaMANya nEMBk2in ORng krn ALasaN YG GAAk jelaz…..(krn Elephant DibuAT Untuk MMEPERIngTI PERISTIWA bOWLIng…APa thu namanya..)
SEDangKan Ekskul Kn Krn SI joshUA NYA snaps…MungKiN hal Itu DisadaRI Om FerrY…
TapI kARENA EndiNG nya dikasIh pesan2 Gitu MakAnya dikasih 2 kancuts..Hueeee…
Pingback by Sandy’s Blog Kemenangan Eksul di batalkan «
Made Friday, 22 of June , 2007 at 7:12 pm
[…] Kemenangan Eksul di batalkan Juni 22nd, 2007 — sandynata Horeee!! … gitu donk! malu-maluin, masak film kayak gitu (soundtrack nya yang asal comot) dapet piala Citra? ceritanya juga agak overload.. ih… […]
Comment by dondo
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 9:34 am
mampus-mampus-mampus loe shanker & koya film loe ini dibatalkan kemenangannya oleh BP2N, film sampah mau dpt penghargaan, film sampah yah mesti di tempat sampah.
Comment by reinoezra
Made Monday, 25 of June , 2007 at 9:06 pm
Selamat atas dibatalkannya piala citra. Makanya kalo make musik orang (kalo gw bilang kayaknya bukan nyontek lho ini, musiknya bener-bener pake rekaman soundtrack film lain, gila gak tuch) bilang-bilang dulu.
Gw sebenarnya hampir senada sama SI, gw mau menganggap film ini bagus, andai saja tidak ada Kepsek muda gak becus dan judes, Psikiater galak dan gak sopan, akting dan make-up ala sinetron, darah warna ngepink, lagu twinkle2 (idiih sok banget TK-nya internasional yak), bullying di sekolah yang gak realistis (dramatis boleh, tapi bukan berarti harus lebay kan), dan gongnya di kutipan pesan “menididik” di akhir film, pliiiiiis dech, we got the goddamn idea already, alright!!!!
maaf, tapi saya harus bilang film ini memang gak seharusnya menang Citra…
Comment by lovable
Made Wednesday, 4 of July , 2007 at 6:03 pm
akhirnya… bisa bernapas lega setelah ekskul dibatalkan kemenangannya….
Comment by anthony
Made Thursday, 5 of July , 2007 at 5:46 pm
Hem, kemaren nonton film ini di YouTube.
Ternyata gak sejelek yang saya kira, meskipun beberapa adegannya tampak terlalu maksa.
Paling nggak ada message yang jelas, semoga penonton film ini bisa menjadikan cerita film ini sebagai bahan perenungan.
Comment by christian
Made Monday, 9 of July , 2007 at 3:21 am
emang si yg kalian kometarin bener bgt….
tapi gw kurang setujuh soal ketidaksukaan dodi ttg pesan yg ada di akhir film ekskul…pesan yg ada di akhir film ekskul itu malah yg bikin nilai tambah…menurut gw ya..jarang soalnya ada pesan2 yg makna banget kayak gitu di jaman seperti skrg!!
oia gw baru denger kemaren ttg sinema indonesia …
sukses terus jgn pernah berhenti untuk mencela(upss!!)film2 yg emang layak dapat celaan seperti film2 yg gk makna akhir2 ini yg bermunculan…
caiiiooo…
Comment by cumi
Made Tuesday, 31 of July , 2007 at 8:36 pm
Ekskul dapat dua kancut?????
pasti ada yang salah,,,
pasti ada yang salah,,,
pasti ada yang salah,,,
gw g terima!!!
gw ga terima!!!
Ekskul harusnya dapet LIMA SETENGAH KANCUT!!!!
Comment by yontory
Made Tuesday, 31 of July , 2007 at 9:51 pm
Kalo gua jadi SI, nilai ekskul gua kurangin 5 bintang cuman karena nyomot musik orang.
Comment by pc
Made Wednesday, 1 of August , 2007 at 4:43 pm
kalo mau nonton film2 dgn pesan2 penuh makna tonton aja hidayah tiap hari di tv or di tpi jg banyak tuh.jangan di bioskop!
harusnya pesan terakhir yang ada di film ini adalah “pirating is stealing.like what we just did”
Comment by erika hikaru
Made Saturday, 4 of August , 2007 at 10:57 pm
kenapa sih?kalian harus terus terusan mencaci kritikus dari KOMPAS? kan kalo perbedaan persperktif kan biasa dimana mana..but please, jangan hina2 kritikus dr KOMPAS…gue suka baca kritikan kalian dan kompas, menurut gue, kritik kalian bisa saling melengkapi,,
Comment by Silvy Valentcia
Made Wednesday, 8 of August , 2007 at 10:25 pm
Eh menurut gw film ekskul bagus koq. Emang terakhirnya rada basi, tapi tetep g nilai salah satu film Indo yang bagus, karena bisa ngebawa emosi penonton bgt. G malah sempet berkaca2 tuh nonton film ini *ups sori cengeng, tapi menurut gw emang oke koq akting2 pemainnya juga. Buat gw yang mengganjal tuh justru adegan waktu ramon mo bunuh diri, trus ada olga lydia dan semua orang tidak dikenal tiba2 berdatangan en mendadak pada nangis semua. but overall i think it’s a good indo movie
tapi males juga si klo nonton dua kali..
Comment by david
Made Saturday, 11 of August , 2007 at 3:09 pm
Woi!film Ekskul toe layak ko jadi film terbaik tapi kalo soundtracknya g nyolong. tapi menurutku film ekskul baguzzz banget!!!
Comment by hege
Made Wednesday, 15 of August , 2007 at 6:08 pm
hege bela-belain nge-rented nih film gara-gara penasaran orang-orang pada balikin piala citra.
Oh My Goodness… what a rubbish
Comment by aza
Made Thursday, 20 of September , 2007 at 7:17 pm
Huehuehue….Ekskul….orisinil? Ga cuman music scorenya yg jiplakan, scriptnya juga jiplakan. Inget adegan pidato terakhir Ramon….ampunnn gw mo muntah ngedengernya, asli jiplakan dr adegan monolog Ben Foster di ending film “Bang Bang You’re Dead”
You must be logged in to post a comment.