Denias: Senandung di Balik Awan (2006)
Posted by Dodi Mahendra on Monday, 2 of April , 2007 at 12:06 am
Salah satu penyesalan kami yang paling lawas adalah tidak menulis tentang Denias: Senandung Di Atas Awan lebih awal. Setelah serentetan film kancut yang seakan tak pernah putus, film yang disutradarai John de Rantau ini terasa kayak matahari pagi waktu kita bangun setelah tidur dua hari dua malem abis nonton Jakarta Movement. Segar. Hangover udah lewat. Tinggal bertanya-tanya kita ada di mana dan celana kita ke mana. Sumpah, kami malu sudah meremehkan film manis ini cuma karena posternya yang kayak didesain sama desainer grafis iklan perumahan Cibodas Permai (Nyokap Ferry baru beli rumah di sana. Pagi-pagi sering kedengeran suara macan).
Denias: Senandung di Atas Awan menceritakan tentang seorang anak petani di pedalaman Papua yang percaya bahwa yang membuat seseorang bisa lebih perkasa dari gunung dan hantu hanyalah jika orang itu sekolah (lebih masuk di akal dari ibu saya yang bilang orang harus sekolah biar bisa dapet pekerjaan bagus). Saat sekolah darurat di desanya hancur dan pengajarnya pergi, Denias pergi ke kota di balik gunung untuk belajar di sebuah sekolah di sana. Tapi hambatan yang dia temui bukan cuma dari anak kepala desanya yang menganggapnya sebagai rival, tapi juga birokrasi yang masih feodal (Wow! I rhyme!).
Film ini membuat kami sadar kalau negeri memang punya alam yang indah. Dan Albert Fakdawer sebagai Denias juga berhasil membuat kita ingin melihatnya berhasil. Kelemahan skenario yang berlama-lama di desa asal Denias (bagian yang ada Mathias Muchus-nya kalau dihilangkan dijamin bisa membuat film ini lebih kuat) sebelum memulai cerita yang sesungguhnya termaafkan oleh setengah kedua film yang megang, lucu, dan sangat menyentuh. Akting Marcella Zalianty (yes, pemenang Aktris Terbaik FFI tahun lalu) yang bikin kami cekikikan juga terbalaskan oleh penampilan yang memainkan Enos, anak happy-go-lucky yang suka maling yang jadi sahabat Denias yang mencuri scene setiap kali dia muncul.
Tadinya saya berpikir, kalau dibilang ini film anak-anak, film ini bisa diibaratkan puding yang adukannya kurang rata, masih ada ketul-ketul yang keras (adegan perempuan terbakar kaku dan gosong kayaknya terlalu mengerikan untuk anak-anak). Tapi kemudian saya sadar bahwa film anak tidak selamanya mesti punya sensibilitas Disney. Apalagi kita tinggal di negara yang tidak terlalu beradab. Itung-itung buat persiapan anak-anak menghadapi kerasnya hidup di sini.
Pendeknya, Denias: Senandung di Atas Awan adalah kejutan yang sangat manis tahun ini. Kami juga berani bilang bahwa sejauh ini, this is the best movie of the year.

Alenia Pictures & EC Entertainment mempersembahkan Alenia Productions “Denias: Senandung Di Atas Awan” Starring Albert Fakdawer, Ari Sihasale, Michael Jakarimilena, Marcella Zalianty, Nia Sihasale Zulkarnaen. Penata Sinematografi Yudi Datau Editor Andhy Pulung Penata Artistik Budi Riyanto Karung Penata Suara Dwi Budi Priyanto Adityawan Susanto Penata Musik Dian HP Skenario Jeremias Nyangoen Masree Ruliat Monty Tiwa John de Rantau Produser Eksekutif Ingrid Pribadi Nia Sihasale Zulkarnaen Produser Ari Sihasale Sutradara John de Rantau
Category: Review
- Add this post to
- Del.icio.us -
- Meneame -
- Digg
Comment by okke
Made Wednesday, 4 of April , 2007 at 3:45 pm
definitely agree..
best movie of the year..
walopun penyelesaian masalah antara denias dan anak kepala desa cepet dan segitu doang
Comment by nRm
Made Tuesday, 10 of April , 2007 at 9:36 am
Dulu gue kira cuma Garin Nugroho yg bisa buat film ttg originalitas budaya dan keindahan alam Indonesia, ternyata Nia dan Ale sukses banget mengungkap seperti apa negara kita.
Favorit gue di film ini ENOS, very fun character
Comment by Ben
Made Friday, 13 of April , 2007 at 5:52 pm
VCDnya cepet keluar dong.. gw ga bisa nonton sih, pdhl dah ngebet bgt mo nonton ni film!
Comment by pencinta film indo
Made Thursday, 24 of May , 2007 at 4:30 pm
gilaaaa ney film, menyentuh banget…kalo ada denias di kehidupan nyata…gw mau ngucapin salut atas kegigihan dia untuk tetap sekolah. w kira kemauannya sekolah cuma anget2 tai ayam…coz dia sering gulat g penting ama temenya…sapa gw lupa namanya…pantas deh klo film ini jadi best movie IMA..ALENIA teruslah berkarya…hancurkan genre film horor beserta ormas-ormasnya yang pantas masuk penjara+dikutuk sampai busuk
Comment by DOROTHEA-DE-BATE
Made Friday, 8 of June , 2007 at 9:10 pm
a beautiful,heart-melting movie….sumpah emang cantik bener nih pelem…ga ada duanya…cayo Alenia Pictures…
Comment by Lwien
Made Thursday, 14 of June , 2007 at 11:40 am
ENOS…..I LOVE UUUUUU
GILE LOE LUCU BANGET!
EEE ENOS EEEE SA KASI TAU YANG BENAR, ITU GAMBAR BUKAN BABI TAPI SAPI…!
ADUUUUHHH ENOS KO ITU MEMANG….
SA KASI POTAS MATI SEMUA NANTI KO PUNYA ANAK AYAM YG ADA 98
ITU SUDAAAAHHHH….
Comment by Slovak President
Made Saturday, 16 of June , 2007 at 1:58 am
loh bukannya denias tuh emang beneran ada orangnya? kan diadaptasi dari kisah nyata nih film..
btw film denias bikin gw pengen ke papua! great movie!
Comment by pUtriLIntang
Made Saturday, 23 of June , 2007 at 8:11 am
“..Dalam hidup harus punya satu tujuan..”
kerenn ni filmm!kl karya bangsa ky gini bisa makin majuu nih bangsa ktia. hebat! 4 thumbs up!
dear Denias: ur life story has inpired me, and many people I believe. good on u!suksess buat skolah lo di Darwin
Comment by Shanker Pagayo
Made Tuesday, 26 of June , 2007 at 1:03 am
yeah, this is such a wonderful film. Sayang, terlalu banyak produk group Orang Tua yg diekspos dengan tidak natural. Jadi kaya nonton iklan group Orang Tua…-_-
Comment by lovable
Made Wednesday, 4 of July , 2007 at 5:58 pm
gue baru tau kalo ni film bagus dari temen gue, gue selalu berpikiran film yang masang marcella sbg bintang utama itu suckz berat…
hmm jadi berharap harap vcd cepat keluar … bisa gak ya adegan yang ada marcella nya di delete…
marcella … marcella… gue heran masih aja ada yang mau make elo
Comment by ihatemarcella
Made Sunday, 12 of August , 2007 at 3:41 pm
wah ternyata tidak hanya saya saja yg membenci marcella.
satu-satunya kekurangannya adalah memasang marcella di film ini. ngga dimana maennya selalu datar…datar…datar kancut lima deh.
Comment by Galaxy Raider
Made Monday, 3 of September , 2007 at 9:08 am
SI ngasih bintangnya selalu kebanyakan deh. Biarpun sinematografinya bagus, tapi Denias gagal dalam penggarapannya, soalnya bagian2 yang bagusnya pendek (terutama yang ada pelanginya, sayang banget ngga dimanfaatin, padahal di “Behind the Scenes” pelanginya keliatan baguuuuus banget), tapi yang klisenya malah panjaaaaang banget (guru2 yang mau bantuin, pake rapat segala, tapi aktingnya nol besar). Yang paling top memang akting Albert Fakdawer. Yang lain biasa aja tuh. Kurangin 1 bintang dong! Kalo bukan film anak2 paling cuma cocok dapet 2 bintang. 1 bintang tambahan soalnya ini film anak2 & sinematografinya bagus.
You must be logged in to post a comment.