Sinema Indonesia

Badai Pasti Berlalu (2007)

Posted by Dodi Mahendra on Monday, 2 of April , 2007 at 12:09 am

Menurut Ferry, judul film ini adalah judul yang paling ngemong. Saat kita ngantuk-ngantuk dan mencoba bertahan karena bosan, judul film ini mengingatkan, “Badai pasti berlalu… Badai pasti berlalu…” Tapi saya tidak setuju. Badai adalah kejadian yang rame dan bisa menarik untuk disaksikan. Tapi tidak dengan film ini. Kalau mau dianalogikan dengan sesuatu yang ada hubungannya dengan angin, paling banter film ini bisa disamakan dengan dengkuran Ferry: monoton dan mengganggu.

Mungkin Teddy harus diberi penghargaan karena mampu membuat sebuah remake terasa lebih tua dari film yang di-remake. Sensibilitas film ini bukan cuma kayak film waktu orang masih pake handuk Good Morning untuk pengganti Softex, tapi seperti jaman Ida Royani belum punya kumis (lama banget tuh).

Pembukaan Badai Pasti Berlalu sudah memberikan warning. Opening credit yang biasanya dibuka dengan nama distributor atau production company ditempati oleh nama sponsor utama. Mungkin filmmakernya sadar tidak ada yang bisa dijual dari film ini, makanya filmnya mereka jual ke L.A. Lights yang pasti dengan senang hati menggunakan film ini buat campaign, bahwa penyebab kematian terbesar bukan nikotin, tapi diabetes (atau kebosanan karena menonton film yang sangat buruk). Bahkan di film ini Teddy tidak sempat membuat gambar-gambar indah a la kartu pos yang sudah jadi trade mark-nya. Mungkin dia baru sadar bahwa kartu pos sudah lama digantikan oleh MMS.

Sedihnya, tanpa gambar-gambar postcard tadi, Teddy tidak punya hal lain yang bisa ditawarkan.

Pemain:
VINO G. BASTIAN, RAIHAANUN, WINKY WIRYAWAN, AGASTYA KANDOUW, SLAMET RAHARDJO, DEWI IRAWAN
Sutradara:
TEDDY SOERIAATMADJA
Penulis:
TITIEN WATTIMENA/TEDDY SOERIAATMADJA
Poduser:
PHILIPUS WIRJADI, DIAN MEDIANA, AFI SHAMARA
Produksi:
ASTRAL PICTURES
Durasi:
90 min

Category: Review

8 Comments

Comment by Potato_King

Made Wednesday, 4 of April , 2007 at 9:12 pm

Nggaakkk!!! Ne pilem bagus koqqq…
Maybe para reviewer SI ga terlalu suka am Teddy…
sebaliknya ngefans ama Joko Anwar..
Akting Vino ,dan terutama Raihaanun bagus…
gambar bagus,setting bagus ,musik bagus!
Sayang cerita ga ada improvement dari versi 1976…
Secara keseluruhan 3 bintang lah buat saya…

Comment by Pembenci Film Virgin

Made Friday, 6 of April , 2007 at 5:45 am

Heh, knapa seh lo sentimen banget ama si teddy…
kaga pernah ngasi bintang, pada bego kali yah..
ga ngerti ama film2nya teddy
gue masih kesel knapa Virgin lo kasi tiga bintang
uekkss

Comment by gundala putra petir

Made Wednesday, 18 of April , 2007 at 10:18 am

yup. diabetes adalah poin terlemah film ini.
sekarang diabetes bukan hantu lagi.
dan those words, diabet.
c’mon. emang masih tahun 70an pake istilah itu untuk penderita diabetes? yg bener aja. konsultasi dong! ada banyak pilihan lain spt hepatitis yg lebih pas, sampe buat sesama penderita takut kawin. tapi diabetes? diabetes? sampai ditangisi seluruh keluarga?? da da da….

Comment by raVeNsKa

Made Tuesday, 29 of May , 2007 at 11:08 pm

adooohhhh….pd bgt seeh teddy ngremake film ini,,even film² ky gone with the wind aja g pnah di remake ma hollywood,,lah ini..

mnrt gw tipe sutradara,pmaen&filmnya tu beda…kl teguh karya tu kan ky sutradara bwt film² yg extravaganza gt,,smentara teddy bwt film² yg bgs gambarnya,sureal..jd g nyampe gt..uda gt raihanun=christine hakim..ya jaw lah..

mnrt gw jatohnya neeh film jd ky nunggu ‘ayooo badai aplg neeh abs ini…tnang aja pasti blalu ko’
g brasa gt cobaan si siskanya..1 adegan plg keren cm pas anknya siska mati di RS..sisanya..cm nunggu badai brikutnya,,

Comment by idda "sisca"

Made Friday, 20 of July , 2007 at 12:07 pm

wih2….ni film udah dech g perlu dikasih komen lg,,,,,

udh oks bwgts….keren abiz
ga tau knp ni film bener2 bs beri Q motivasi dalam
hidupQ.bahw harus tetep tagar dalam hidup n
yakin kalau bADai Itu paStI berLaLu,,,,

teddy,,raihanu!!!!!!bahagia selalu yach

Comment by camelia

Made Sunday, 29 of July , 2007 at 6:55 pm

film ini lumayan bagus, cerita dan pemainnya juga bagus.
bisa jadi bahan refleksi buat yang patahati supaya jangan menyendiri aja ke pantai. ha..ha..ha…

Comment by indra

Made Saturday, 1 of September , 2007 at 5:19 pm

hmm… gw malah lbh tertarik nntn versi jadulnya tuh!! trus gw pgn dgrin sountrack versi aslinya,wkt yg nyanyi masih si chrisye.tuh kan katanya debut pertamanya sebagai penyanyi solo ya?

Comment by NUGROHO

Made Tuesday, 18 of September , 2007 at 12:32 pm

Love this movie,
Raihaanun,Winky,ama mas Slamet kayaknya bakal masuk ffi nih

Dan Tedy pun kayaknya bakal masuk nominasi lagi sebagai sutradara terbaik
Good luck!Saya tunggu film bang Teddy berikutnya “MATI SEHARI” dan “TAMU TENGAH MALAM”!

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.

We are back!

Sinema Indonesia adalah blog pribadi yang secara tidak disengaja jadi public domain. Sinema Indonesia tidak berafiliasi dengan grup, filmmaker, pejabat, atau tuan tanah mana pun. Sinema Indonesia adalah domain nirlaba (untuk sementara ini). Kesempatan untuk bergabung menjadi reviewer di Sinema Indonesia tetap terbuka bagi siapa saja. Silahkan e-mail contoh tulisan anda ke sinemaindonesia@gmail.com